<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>poems.sakyahara.com</title>
	<atom:link href="http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://poems.sakyahara.com</link>
	<description>words of orinoco flow</description>
	<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 18:26:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Di Puncak Bromo aku meminangmu</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=39</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[: persembahan untuk para peziarah bromo
aku selama ini selalu menjauh darimu
terlena gemerlap memikat pesona nikmat selainmu
aku sempat menghujatmu
karena jalan menujumu serasa makin jauh dan berat
antara kantuk dan sadar yang penat
aku sempat menghujatmu
karena jalan menujumu begitu terjal dan berliku
ditusuk dingin kabut dini hari dan kantung udara yang menyempit
lalu tiba-tiba engkau tersenyum kepadaku
ketika kantung udaraku memadat berhenti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>: persembahan untuk para peziarah bromo</em></p>
<p>aku selama ini selalu menjauh darimu</p>
<p>terlena gemerlap memikat pesona nikmat selainmu</p>
<p>aku sempat menghujatmu</p>
<p>karena jalan menujumu serasa makin jauh dan berat</p>
<p>antara kantuk dan sadar yang penat</p>
<p>aku sempat menghujatmu</p>
<p>karena jalan menujumu begitu terjal dan berliku</p>
<p>ditusuk dingin kabut dini hari dan kantung udara yang menyempit</p>
<p>lalu tiba-tiba engkau tersenyum kepadaku</p>
<p>ketika kantung udaraku memadat berhenti menghela</p>
<p>seolah duniaku sedang  berakhir</p>
<p>engkau tersenyum kepadaku di balik wajah seorang sahabat</p>
<p>yang menyadarkanku dan menepuk punggungku</p>
<p>&#8220;ayo,pak, aku temani&#8221;</p>
<p>lalu tiba-tiba engkau tersenyum kepadaku</p>
<p>ketika aku merasa terlunta dalam senyap kesunyian</p>
<p>seolah sendirian di tengah lautan peziarahmu</p>
<p>engkau tersenyum kepadaku</p>
<p>lalu menjadikanku imam</p>
<p>bagi sekeluarga peziarah yang pernah bersujud di makkah dan madinah</p>
<p>pemimpinnya mengajak serombongannya makmum di belakangku</p>
<p>pemimpinnya tersenyum dan mengangguk kepadaku</p>
<p>diluruhkannya tangannya di hadapanku dan berkata</p>
<p>&#8220;mari, pak imam, waktunya makin sempit, semua sudah siap&#8221;</p>
<p>aku bertanya-tanya kepadamu</p>
<p>adakah engkau selalu tiba-tiba tersenyum kepada setiap peziarahmu</p>
<p>ataukah sesungguhnya engkau selalu tersenyum tanpa batas</p>
<p>hanya saja para peziarahmulah yang lambat menyadari senyummu?</p>
<p>lalu engkau tersenyum di sampingku</p>
<p>mencangkung di bibir puncak negeri di atas awan</p>
<p>menunggui mentari terbit dari bibirmu</p>
<p>engkau tersenyum bersamaku</p>
<p>dan menghamparkan kepadaku negeri lembah bawah kabut</p>
<p>engkau tunjukkan kepadaku puncaknya yang kecil</p>
<p>jauh di bawah setelapak kakiku</p>
<p>engkau berbisik lembut di telingaku</p>
<p>&#8220;barangsiapa merasa dirinya tertinggi di puncak</p>
<p>maka sesungguhnya dia sedang membangun fatamorgana</p>
<p>dan menyangga tiang-tiang kerajaan dengan debu kehancuran&#8221;</p>
<p>engkau tersenyum bersamaku</p>
<p>menghayati mentari yang mengintip kuning jingga</p>
<p>lalu kuning emas</p>
<p>lalu terang benderang</p>
<p>senyummu terpancar terang benderang bersama mentari yang penuh</p>
<p>memantul di kabut lembah yang berpilin-pilin</p>
<p>memancar di setiap wajah peziarah</p>
<p>dan masa laluku terlarut bersamamu</p>
<p>yang tersisa tinggal senyummu di mana-mana</p>
<p>terpancar terang benderang dan aku hanyut</p>
<p>dalam lembah kabut yang memadat pekat</p>
<p>tersembunyi makhluk-makhluk inferi lembah nindalf</p>
<p>senyummu terang benderang menyibak kabut</p>
<p>menunjukkan jalan bagi nabi gunung di atas kuda besi yang menderum</p>
<p>disinilah di lembah kabut padang savana</p>
<p>aku mulai bersyukur dengan perjalan ziarah menemui senyummu</p>
<p>menapak tangga pendakian menuju puncak kepundanmu</p>
<p>disinilah, di tempat para pemuja dewa melebur persembahan</p>
<p>bahagia syukurku memuncak</p>
<p>maka aku meminangmu lagi</p>
<p>duhai kekasih hatiku</p>
<p>di puncak  bromo</p>
<p>aku meminangmu</p>
<p>di atas kepundan yang menyambut setiap persembahan</p>
<p>aku meminangmu</p>
<p>di gema gemerincing tasbih biksu pura upacara</p>
<p>aku meminangmu</p>
<p>di setiap langkah tangga yang gemetar</p>
<p>aku meminangmu</p>
<p>duhai kekasih hatiku</p>
<p>kembalikanlah aku kepadamu</p>
<p>dan rengkuhlah aku tanpa batas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=39</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>semburat perak hitam</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=38</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=38#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 04:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hasrat,cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[dalam gelap kutemukan ujung pisaumu
menikam tunjang hatiku
meski perih kugenggam lalu kusematkan makin dalam
tidak tersisa bahkan gagang
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dalam gelap kutemukan ujung pisaumu<br />
menikam tunjang hatiku<br />
meski perih kugenggam lalu kusematkan makin dalam<br />
tidak tersisa bahkan gagang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=38</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Budak Cinta</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=37</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=37#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hasrat,cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Bayangmu selalu menyelubungi akalku
Meski jarak telah menjauhkanmu dariku
Cinta itu begitu dalam menghasut kesadaranku
Serupa kabut menyelusup dedaunan rendah
Kadang kala aku tertusuk dalam sayat pilu
Mencari alasan untuk menghapus hasutmu
Sesaat kelegaan itu datang dengan kepergianmu
Lalu aku seperti budak merdeka
Menegakkan kepala di hadapan dunia
Menelusuri jalan-jalannya dengan leluasa
Begitu sepi menemukan pintunya ke akalku
Engkau kembali menyelubungiku pekat
Aku kembali menjadi budak gila
Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayangmu selalu menyelubungi akalku<br />
Meski jarak telah menjauhkanmu dariku<br />
Cinta itu begitu dalam menghasut kesadaranku<br />
Serupa kabut menyelusup dedaunan rendah<br />
Kadang kala aku tertusuk dalam sayat pilu<br />
Mencari alasan untuk menghapus hasutmu</p>
<p>Sesaat kelegaan itu datang dengan kepergianmu<br />
Lalu aku seperti budak merdeka<br />
Menegakkan kepala di hadapan dunia<br />
Menelusuri jalan-jalannya dengan leluasa</p>
<p>Begitu sepi menemukan pintunya ke akalku<br />
Engkau kembali menyelubungiku pekat<br />
Aku kembali menjadi budak gila<br />
Bagaimana dapat kuakhiri<br />
Siksa yang menghanyutkan ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=37</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Tentangmu</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=36</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=36#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hasrat,cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[apakah cinta tentangmu
selalu adalah keletihan dan kegelisahan
yang terus terseret dalam setiap langkah
apakah cinta tentangmu
selalu adalah kemarahan dan ketakutan
yang menyesak dalam ketidakpahaman
apakah cinta tentangmu
selalu adalah pengorbanan dan ketundukan
yang harus dipaksakan
apakah cinta tentangmu
selalu adalah pertanyaan yang tak terjawab
apakah cintaku tentangmu itu
selalu adalah akan hadir cinta yang lain
yang lebih memuja tentangmu
sedang aku adalah yang selalu tidak
karena sesungguhnya
untukmulah engkau
dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>apakah cinta tentangmu<br />
selalu adalah keletihan dan kegelisahan<br />
yang terus terseret dalam setiap langkah<br />
apakah cinta tentangmu<br />
selalu adalah kemarahan dan ketakutan<br />
yang menyesak dalam ketidakpahaman<br />
apakah cinta tentangmu<br />
selalu adalah pengorbanan dan ketundukan<br />
yang harus dipaksakan<br />
apakah cinta tentangmu<br />
selalu adalah pertanyaan yang tak terjawab<br />
apakah cintaku tentangmu itu<br />
selalu adalah akan hadir cinta yang lain<br />
yang lebih memuja tentangmu<br />
sedang aku adalah yang selalu tidak<br />
karena sesungguhnya<br />
untukmulah engkau<br />
dan untukkulah aku<br />
tidak akan aku puja apa yang kau puja<br />
dan tidak akan engkau puja yang aku puja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=36</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benci</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=34</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=34#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hasrat,cinta]]></category>

		<category><![CDATA[benci]]></category>

		<category><![CDATA[hasrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Engkau
Seperti langit runtuh di depan beranda
Duri dalam jantung
Menusukkan sekarat tanpa maut
Jiwa terbawa tubuh tersiksa
Yang tersisa tinggal dendam
Kesumat yang membakar lumat
Tidakkah engkau mengerti
Kalau bukan karena kasih sayang kehidupan
Sudah aku musnahkan engkau berpunah
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau<br />
Seperti langit runtuh di depan beranda<br />
Duri dalam jantung<br />
Menusukkan sekarat tanpa maut<br />
Jiwa terbawa tubuh tersiksa<br />
Yang tersisa tinggal dendam<br />
Kesumat yang membakar lumat</p>
<p>Tidakkah engkau mengerti<br />
Kalau bukan karena kasih sayang kehidupan<br />
Sudah aku musnahkan engkau berpunah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=34</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pabila Itu Cinta</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=32</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=32#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<category><![CDATA[hasrat,cinta]]></category>

		<category><![CDATA[munajat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kalau memang apa yang aku alami itu cinta,
tanamkanlah ia sebagai pohon yang baik,
akarnya teguh di bumi, daunnya rimbun meneduhi,
dan buahnya bermusim-musim tetap dapat kupetik.
Kalau memang yang aku alami itu nafsu,
biarkanlah ia menjadi pohon yang buruk,
akarnya retas, gampang lepas,
pohon keringnya berdaun layu dan cepat tumbang
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau memang apa yang aku alami itu cinta,<br />
tanamkanlah ia sebagai pohon yang baik,<br />
akarnya teguh di bumi, daunnya rimbun meneduhi,<br />
dan buahnya bermusim-musim tetap dapat kupetik.<br />
Kalau memang yang aku alami itu nafsu,<br />
biarkanlah ia menjadi pohon yang buruk,<br />
akarnya retas, gampang lepas,<br />
pohon keringnya berdaun layu dan cepat tumbang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=32</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Ebiet Bertanya dan Laut Telah Menjawab</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=28</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=28#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Ebiet bertanya
Dalam perjalanan menempuh kampung bencana
Kepada laut
Dan laut telah memberi jawabnya
Di pagi yang libur
Bersama ombak menggulung kota
Dan orang-orang pantai tergulung musnah
Tiada yang tertinggal kecuali dataran yang lumpur
Dan batas-batas yang lenyap
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Ebiet bertanya<br />
Dalam perjalanan menempuh kampung bencana<br />
Kepada laut<br />
Dan laut telah memberi jawabnya<br />
Di pagi yang libur<br />
Bersama ombak menggulung kota<br />
Dan orang-orang pantai tergulung musnah<br />
Tiada yang tertinggal kecuali dataran yang lumpur<br />
Dan batas-batas yang lenyap</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=28</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Baru</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=25</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=25#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 06:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[sesungguhnyakala sentuh sapamu menghalusi nada jiwaku
pudarlah duka yang meranai laguku
pendarlah lalu pendarlah lagi cahaya sukma
yakinkan lagi jalanku menempuh lajunya
sedih dan susah sudah lalu
sesungguhnya
hadirmu lagi disisi batinku
menghindari haru yang hampir bersemi
mengurung hari yang sepi
harapan baru segera menjadi sekutu
putus asa telah berguguran engkau sapu
dapatkah aku selalu setiap waktu
menjagamu dalam diriku serupa hidupku
bersetia dalam percayamu
sesungguhnya
engkaulah api engkaulah anginku
engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sesungguhnyakala sentuh sapamu menghalusi nada jiwaku<br />
pudarlah duka yang meranai laguku<br />
pendarlah lalu pendarlah lagi cahaya sukma<br />
yakinkan lagi jalanku menempuh lajunya<br />
sedih dan susah sudah lalu<br />
sesungguhnya<br />
hadirmu lagi disisi batinku<br />
menghindari haru yang hampir bersemi<br />
mengurung hari yang sepi<br />
harapan baru segera menjadi sekutu<br />
putus asa telah berguguran engkau sapu<br />
dapatkah aku selalu setiap waktu<br />
menjagamu dalam diriku serupa hidupku<br />
bersetia dalam percayamu<br />
sesungguhnya<br />
engkaulah api engkaulah anginku<br />
engkau tuangkan cinta ke dalam tungku jiwaku<br />
engkau panaskan bara penghidupnya<br />
engkau hembuskan nafas separuh jiwa<br />
sesungguhnya<br />
akulah mata akulah airmu<br />
biar aku sejukkan kegelisahanmu<br />
dan aku bukakan mata air kecemerlangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=25</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Tambah Gak Jelas</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=21</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=21#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 12:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Ini puisi hanya kata kata
tidak jelas makna
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini puisi hanya kata kata<br />
tidak jelas makna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=21</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Yang Linglung</title>
		<link>http://poems.sakyahara.com/?p=1</link>
		<comments>http://poems.sakyahara.com/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 15:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>author</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poems.sakyahara.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[yang sangat diinginkan tidak ada
yang ada sangat dihindari
yang sangat ingin direngkuh jauh
yang dekat sangat tidak memikat
yang diikhlasi sangat menuntut
yang rela sangat diabaikan
yang selalu diikuti meninggalkan
yang dituntun melawan
yang ingin tahu dijerumuskan
yang keliru tidak mau tahu
yang kaya ternyata bodoh
yang miskin malah sombong
yang cerdas ternyata menipu
yang bodoh malah menghasut
yang lemah-lembut ternyata putus asa
yang keras malah menindas
yang jujur ternyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yang sangat diinginkan tidak ada<br />
yang ada sangat dihindari<br />
yang sangat ingin direngkuh jauh<br />
yang dekat sangat tidak memikat<br />
yang diikhlasi sangat menuntut<br />
yang rela sangat diabaikan<br />
yang selalu diikuti meninggalkan<br />
yang dituntun melawan<br />
yang ingin tahu dijerumuskan<br />
yang keliru tidak mau tahu<br />
yang kaya ternyata bodoh<br />
yang miskin malah sombong<br />
yang cerdas ternyata menipu<br />
yang bodoh malah menghasut<br />
yang lemah-lembut ternyata putus asa<br />
yang keras malah menindas<br />
yang jujur ternyata penakut<br />
yang menipu malah marah<br />
yang penurut ternyata berkhianat<br />
yang menentang malah melekat<br />
yang bersemangat ternyata malas<br />
yang putus asa malah</p>
<p>nah, yang membaca ternyata linglung alias bingung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poems.sakyahara.com/?feed=rss2&amp;p=1</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
