Hidup Baru
sesungguhnyakala sentuh sapamu menghalusi nada jiwaku
pudarlah duka yang meranai laguku
pendarlah lalu pendarlah lagi cahaya sukma
yakinkan lagi jalanku menempuh lajunya
sedih dan susah sudah lalu
sesungguhnya
hadirmu lagi disisi batinku
menghindari haru yang hampir bersemi
mengurung hari yang sepi
harapan baru segera menjadi sekutu
putus asa telah berguguran engkau sapu
dapatkah aku selalu setiap waktu
menjagamu dalam diriku serupa hidupku
bersetia dalam percayamu
sesungguhnya
engkaulah api engkaulah anginku
engkau tuangkan cinta ke dalam tungku jiwaku
engkau panaskan bara penghidupnya
engkau hembuskan nafas separuh jiwa
sesungguhnya
akulah mata akulah airmu
biar aku sejukkan kegelisahanmu
dan aku bukakan mata air kecemerlangan